Happy Birthday Jendral! Consider this your belated present :P
Apakah kalian tahu apa salah satu hal tersulit di kehidupan ini?
Jatuh cinta.
Dan apakah kalian tahu bahwa ada yang lebih sulit dari itu?
Jatuh cinta dengan sahabat.
Kenapa? Karena ketika kita jatuh cinta dengan sahabat kita, kita akan takut untuk menyatakan perasaan kita, takut akan merusak hubungan persahabatan yang kokoh, takut akan dijauhi.
Apalagi...
Aku, Jessica Veranda, jatuh cinta dengan rekanku di JKT48 sekaligus sahabat terdekatku; Devi Kinal Putri.
Ya, kami sesama wanita.
Aku merasa kehilangan arah, aku tidak ingin merusak hubungan kami yang sudah terbentuk selama 2 tahun, namun disisi lain, aku sudah tak dapat membendung rasa panas di dada di setiap detik ketika aku berada di sebelahnya.
Aku tidak dapat melepaskan pandanganku darinya, seluruh dirinya sungguh menggetarkan. Entah itu cara tertawanya, bentuk bibirnya ketika tersenyum, sepasang lengan yang perkasa itu, rambutnya yang lembut itu, wanginya itu, atau bahkan hembusan nafasnya, seluruh dirinya membuatku terperangkap.
Sering kali tanpa kusadari tubuhku bergerak dengan sendirinya untuk menyentuhnya, aku berharap dia tidak sadar mengapa aku selalu memeluknya. Sungguh, aku tidak dapat mengendalikan diriku sendiri, perasaanku telah mengambil alih diriku.
Sebuah helaan nafas kecil keluar dari mulutku, aku mengernyitkan dahiku dan menggelengkan kepalaku, merasa kasihan kepada diriku sendiri karena bisa-bisanya terjebak di situasi macam ini.
"Dia wanita.......dia sahabatku....." bisikku pelan.
"Naon atuh?" Sebuah suara berujar tepat di samping telingaku.
Aku sedikit berteriak karena terkejut, lalu aku dengan cepat menatap sang pelaku.
Ah, panjang umur.
"Kamu ngagetin aja sih Kinal....." Ujarku pelan, mataku tak dapat menatap matanya.
"Hehe sori-sori!" Dia menggaruk kepalanya, sungguh lugunya....
"Ada apa nal?"
"Ah, iya, aku.....mau bicara tentang sesuatu sama kamu."
Sekejap mataku terbelalak, lalu aku menatapnya dengan tatapan yang penuh tanya, penasaran akan apa yang dia ingin bicarakan. Dia terlihat beberapa kali membuka tutup mulutnya, ekspresi wajahnya menunjukkan rasa malu-malu.
"Uhm.....Ve...."
"...Ya?"
Aku menelan ludah, entah mengapa saat itu aku ada perasaan yang penuh harap. Aku mengharapkan dia mengatakan sesuatu yang berhubungan perasaannya, ya, aku sangat mengharapkannya untuk jatuh cinta juga denganku.
"Eh....kamu tahu kan aku baru saja lulus SMA?"
"Ya....?" Rasa berharapku berkurang ketika dia mengatakan ini, karena sepertinya dia tidak akan mengatakan sesuatu yang dapat membantu situasiku.
"....Kamu tahu kan aku keterima di kampus yang ada di sini, Jakarta?"
"Ya, lalu kenapa Kinal?"
"Uhm....aku boleh tinggal di apartemen kamu nggak selama aku bersekolah disini?"
Sejenak aku berhenti bernapas, aku tidak menyangka bahwa dia akan mengatakan hal macam ini. Berbagai macam pikiran terbesit di dalam pikiranku, baik dan buruk, baiknya aku dapat bersamanya 24/7, buruknya.....bagaimana kalau dia tahu perasaanku?
Berada di sampingnya selama 24 jam selama 7 hari itu sama saja dengan bunuh diri bagiku, karena aku tahu akan semakin sulit untuk menahan diriku ini. Namun walau aku tahu semua resiko itu, aku tidak dapat menolaknya.
"Hmm.....boleh saja."
Siapa yang tidak mau selalu berada di dekat orang yang disayanginya?
"Yesss! Thank you mbak pe! mmuuuuah!" Kedua lengannya dengan erat melingkar di tubuhku, menarik diriku kedalam pelukannya, dan dia juga menempelkan bibirnya dengan kuat di pipiku, tubuhku terasa kaku, tak mampu bergerak.
Kinal, bisakah kau tidak membuatku semakin suka pada dirimu?
Kudapat rasakan pipiku memanas, dan jantung berdetak semakin cepat. Perasaanku saat ini campur aduk, antara bahagia yang tak kentara dan rasa khawatir yang besar.
--
"Nal...." Ucapku sambil terengah-engah, kuusap keringat di wajahku dengan pergelangan tanganku.
"Hehe...."
"Jangan 'hehe', ini barang kamu banyak amat, kamu bawa semua gift dari fansmu??"
Dia menyeringai, "Ya iyalah, masa kutinggal begitu saja di Bandung, ini kan dikasih buatku bukan buat keluargaku yang di Bandung."
"Ya tapi..."
"Oh, aku juga bawa hadiah yang dari kamu kok, khusus untuk yang ini aku selalu bawa tidur loh." Dia angkat sebuah boneka dari dalam kotak.
Aku terdiam, aku sedikit menggembungkan pipiku yang saat itu memerah dan pergi membereskan beberapa barang-barangnya yang belum rapi di dalam apartemenku. Untungnya aku tinggal sendirian di apartemen ini, jadi semua barangnya bisa tersimpan di sini.
Ya, aku seatap berdua dengan Kinal.
Aku menghela nafasku sebelum merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk itu. Mataku menatap langit-langit apartemenku, mencoba untuk menenangkan diri dari perasaan yang meluap-luap.
Tak lama kudapat merasakan ada seseorang yang berbaring disampingku, aku menengok kearahnya, nafasku tertahan ketika kumelihatnya disitu, menatapku sambil berbaring di tempat tidur, dengan senyuman khasnya menempel di bibirnya.
Bibirnya terlihat lembut.....
"Capek, Ve? Sori ya, hehe....."
"Hah? Oh....nggak apa-apa kok......." Suaraku terdengar sedikit bergetar, perasaanku masih meluap.
Lalu kami terdiam, hanya saling menatap selama beberapa menit. Aku sedikit menaikkan alisku ketika aku dapat melihatnya mulai tertidur, ketika matanya terpejam sepenuhnya dan nafasnya menjadi lembut, aku tertawa kecil, Kinal yang terlihat gagah sangat lucu ketika tertidur.
Semakin lama kumenatapnya, semakin ingin kusentuh dirinya. Aku membawa jari-jariku ke pipinya, kusentuh wajah tidurnya itu dengan sedikit mengelusnya, dapat kurasakan perasaan layaknya tersetrum ketika ujung jemariku menyentuh kulitnya.
Pikiranku menjadi blank, aku mengangkat tubuhku sedikit untuk mendekatkan wajahku ke wajahnya, kemudian dengan pelan aku menempelkan bibirku ke dahinya. Ketika aku tersadar apa yang kulakukan, aku panik, aku dengan cepat menjauhkan diriku darinya dan turun dari tempat tidurku.
Aku pun terduduk di lantai dan menyandarkan punggungku di pinggir kasur, aku menekuk lututku dan aku membenamkan wajahku diatas lututku. Air mata dapat kurasakan mulai mengalir dan membasahi lututku.
Rasa takut menderaku, aku takut aku akan kelewat batas, aku takut dijauhi, aku takut dibenci. Air mataku tidak dapat berhenti mengalir, aku merasa benci pada diriku sendiri yang menyukainya,.
Kenapa aku?
Tanpa kusadari pandanganku memudar dan semua menjadi hitam.
--
Kubuka mataku perlahan, tubuhku terasa berat dan......tunggu dulu, dimana aku?
Aku menarik nafasku dalam-dalam ketika aku menyadari apa yang kulihat, itu leher Kinal bukan...?
Ketika kesadaranku kembali sepenuhnya, aku akhirnya menyadari bahwa aku terbaring di kasurku kembali, di bawah selimutku, dan di dalam pelukan Kinal. Mataku terbelalak, terkejut dan bingung mengapa aku bisa berada di posisi seperti ini, karena aku ingat bahwa tadinya aku terduduk dilantai.
Mengapa aku bisa terbaring di kasur ini?
Apakah Kinal mengangkatku?
Kuangkat tanganku, lalu kusentuh lengannya, untuk merasakan ototnya yang kuat. Aku masih bingung mengapa dia mampu mengangkatku, aku tahu dia kuat, tapi tidak menyangka bahwa dia sekuat ini.
"Ve...." Gumamnya sambil memelukku lebih erat, wajahku memanas, darahku berdesir.
Aku ingin menikmati momen ini lebih lama lagi.
Kulingkarkan kedua lenganku di pinggangnya dan membenamkan wajahku di lehernya. Aku dapat merasakan kehangatan tubuhnya, aku ingin terus merasakan kehangatannya ini, aku ingin terus berada di dekapannya, aku ingin terus bersamanya.
"Kinal......aku suka sekali padamu........" Bisikku, dahiku mengernyit, merasa pahit.
Mataku terbelalak ketika aku merasakan sebuah tangan mengelus kepalaku, lalu aku mendengar sebuah bisikan lembut; ".....Tidur lah Veranda, aku ada disini."
Jantungku nyaris berhenti.
Apa maksud dari semua ini Kinal?
Aku memeluknya semakin erat, lalu perlahan memejamkan mataku, mencoba untuk tidur saja. Seiring berjalannya waktu, rasa kantuk mulai menderaku lagi, semua karena tangannya yang masih mengelus kepalaku dengan lembut.
Jadi, kali ini aku terjebak disituasi macam apa?
Aku tidak mengerti perasaanmu, Kinal.
Bibirku perlahan tersenyum dengan sendirinya, mungkin aku ada harapan.
THE END
Yeah-yeah I will make the sequel when I have the time.
suka sama cerita yg inih hahahhaha
ReplyDeleteGue sukaaa :D
ReplyDelete