Berada di panggung merupakan kesenanganku. Aku dapat melupakan apa yang ada di pikiranku dan enjoy situasi yang ada diatas panggung.
Bukan hanya itu, diatas panggung aku mempunyai kesempatan untuk sedikit....yah, iseng dengan dia.
Pada hari itu, kami, JKT48 mengadakan Meet and Greet, member yang hadir adalah Aku, Ikey, Cindy, Tata, Noella, dan Nadhifa. Meet and Greet, yang biasa disingkat MnG ini, kali ini bertemakan games, sepanjang show kami hanya bermain games.
Aku hanya sedikit tersenyum nakal, mengetahui banyak games dimana aku bisa sedikit....iseng.
Modus, bahasa kerennya.
Dari kami berenam, dibagi menjadi dua tim, timku bernama Gerobak Sahur dan tim lawan adalah Alhamdullilah--ya, nama yang sangat aneh. Timku terdapat Ikey dan Nadhifa, dan tim lawan ada Cindy, Tata, dan Noella.
Game pertama adalah memperagakan, jadi tim lawan akan memberikan clue akan apa yang harus kita peragakan. Timku diberikan clue 'Kupu-kupu yang nemplok di bunga', aku langsung berpikir cepat, aku meminta Ikey dan Nadhifa sebagai bunganya, dan aku jadi kupu-kupunya.
Lalu akupun mulai memeragakan sebagai kupu-kupu, dan aku pun 'nemplok' ke Ikey, yah lebih bisa di bilang aku memeluknya. Senyumku melebar, merasa aku sedikit jahat, sudah lama aku ingin bisa memeluk Ikey seperti ini, tubuhnya hangat dan sangat lembut....
Aku menggelengkan kepala, cepat-cepat menyadarkan diri dari duniaku sendiri agar niatku tidak ketahuan.
Modus selanjutnya adalah ketika memasuki games 'Menghayati Lagu', disini kita membawakan satu lagu, dengan gaya kita sendiri, bebas. Team kami membawakan Pajama Drive.
Tentunya aku sangat tahu bahwa lagu ini adalah lagu cinta, sekali lagi aku tersenyum.
Ketika membawakan lagu ini, aku memposisikan diri sebagai seseorang yang membawa pergi Ikey, sering kali aku menariknya agar kita hanya berdua, maaf ya Nadhifa.
Kemudian, ketika lirik 'Kencan yang rahasia' muncul, aku menariknya ke ujung panggung dan bergoyang, sekilas aku dapat melihat Ikey menatapku nakal dan tersenyum, namun itu sangat cepat hingga aku tidak yakin apa yang kulihat adalah kenyataan atau hanya delusi belaka.
Setelah itu, ada games dimana member meletakan crackers di dahinya, dan mencoba membawanya ke mulut tanpa menggunakan tangan, disini Nadhifa dan Tata adalah member yang siap menantang tantangannya, aku dan Ikey hanya memberikan dukungan untuk Nadhifa dari samping.
Disini adalah dimana aku menyadari sebuah keanehan.
Ikey mendekatkan tubuhnya, tangannya kadang memegang-megang lenganku, kadang juga menyilangkan lengannya dengan lenganku dan sedikit menarikku. Aku tidak pernah melihat sisi Ikey yang ini, aku tidak pernah liat dia touchy-feely seperti ini.
Apakah itu hanya perasaanku saja?
Semakin larut, aku dapat merasakan Ikey semakin aneh. Seperti ketika games dimana member harus di tutup matanya dan berusaha menyuapi member yang lain, Ikey dengan sukarela menjadi yang menyuapi, dan pada saat itu, akulah yang disuapi.
Kenapa Ikey seperti.....modus balik? Ah mungkin hanya perasaanku saja.
Yang membuatku benar-benar heran adalah, pada awalnya Ikey menggunakan sendok yang disediakan untuk menyuapiku--saat ini jantungku berdetak sangat cepat--lalu Ikey dengan tiba-tiba meletakkan sendoknya dan menyuapiku langsung dengan tangannya, jantungku nyaris meledak.
Walau dia lakukan itu dengan cepat-cepat dan sangat...memaksa, aku dapat merasakan jari-jarinya yang memasuki mulutku, jantung dan tenggorokkanku tercekik--untuk yang tenggorokkan itu sungguhan karena dia sudah dalam tahap mencekokiku.
Akupun akhirnya berusaha untuk menelan kue yang ada di dalam mulutku, saking banyaknya, aku mendapat kesulitan untuk menelannya. Akhirnya staff pun memberikan segelas air, tetapi, air itu diambil oleh Ikey dan dia minum sedikit air yang ada di gelas itu, aku nyaris ternganga.
Kemudian Ikey memberikan gelas itu dengan senyuman lebar yang penuh makna di bibirnya, aku meminumnya dengan terbengong-bengong.
Indirect Kiss?
Ditambah lagi, aku sekilas melihat Ikey sedikit menjilat jarinya yang kotor karena kue yang dia suapi, matanya menyipit ketika menjilatinya, bibirnya tersenyum sangat nakal, sebelum dia berjalan melewatiku dan menuju backstage, tanpa sadar aku mengikutinya.
Di backstage, aku mengikutinya sampai kamar mandi, dan menatapnya mencuci tangannya dari pintu masuk. Setelah dia selesai dengan urusannya, dia membalikkan badannya, berjalan mendekatiku dan menatapku. Aku sedikit bergidik melihat caranya menatapku.
Tak lama, Ikey menggenggam kerah bajuku dan menarikku ke dalam kamar mandi itu, dengan tangannya yang lain dia tutup pintu di belakangku. Sebelum aku dapat bertanya-tanya, Ikey sekali lagi menarik kerahku ke bawah dan menenggelamkan bibirnya di bibirku.
Seketika jantungku serasa berhenti.
Apa yang sedang terjadi?
Ikey melepaskan bibirku dan kerahku, lalu membuka pintu dan berjalan keluar dari kamar mandi itu. Aku menengok kearahnya pelan-pelan, tidak berani untuk langsung menatapnya.
Mataku bertemu dengan matanya, dia tertawa dengan nakalnya, lalu berbisik pelan, "Makanya jangan cari kesempatan dalam kesempitan." Lalu Ikey berjalan menuju stage, aku berdiri membatu.
Darah berdesir hebat di wajahku, aku sangat yakin wajahku memerah saat ini. Aku tarik nafas dalam-dalam sebelum berlari menuju stage. On stage aku mencoba untuk menenggelamkan segala macam rasa yang ada di dada ini, ya, walau sangat sulit, aku masih sangat terkejut.
"Punya istri kayak Ikey itu....nyeremin." Ujarku di panggung tanpa pikir panjang, dan tanganku tanpa sadar sedikit menggosok bibirku.
Ketika aku tersadar apa yang baru saja aku ucapkan, aku menatap Ikey sambil menelan ludah.
Sebuah senyuman.
Mencari-cari kesempatan dalam kesempitan ternyata membuahkan hasil juga.
Sepanjang malam senyumku sangat lebar.
THE END
seruu hehehhee...kyk bnrn...bnran ga?? hahahhah
ReplyDeleteNge'feel bangett kak, asli, ciyus, cungguh, cumpaahhh..... :D
ReplyDelete